Wednesday, 12 October 2011

Pengantar Kitab Imamat


Penulis          : Musa
Tema             : Kekudusan
Tanggal Penulisan: 1445 -- 1405 SM
 
Judul Kitab
Ibrani (Wayyigra = Dan Ia memanggil), hal ini menunjuk kepada panggilan Allah kepada Musa dari Kemah Pertemuan. LXX (Leutikon = Karena menyangkut orang Lewi). Inggris (Leviticus = Yang berhubungan dengan orang-orang Lewi).
 
 
Latar Belakang
Imamat berhubungan erat dengan kitab Keluaran. Keluaran mencatat bagaimana
Israel dibebaskan dari Mesir, menerima hukum Allah, dan membangun Kemah Suci
sesuai dengan pola Allah; Keluaran diakhiri dengan datangnya Yang Kudus
untuk tinggal di dalam Kemah Suci yang baru saja didirikan itu
(Kel 40:34).  Imamat berisi pengarahan yang diberikan Allah kepada Musa
selama dua bulan di antara selesainya pembangunan Kemah Suci (Kel 40:17)
dan keberangkatan Israel dari Gunung Sinai (Bil 10:11). Judul "Imamat"
diambil bukan dari Alkitab bahasa Ibrani, tetapi dari terjemahan Yunani dan
Latin. Judul ini mungkin membuat orang berpikir bahwa kitab Imamat hanya
membahas imam-imam Lewi; akan tetapi, tidak demikian halnya karena sebagian
besar kitab ini berkenaan dengan seluruh bangsa Israel.
 
Imamat adalah kitab Musa yang ketiga. Lebih dari lima puluh kali disebutkan
bahwa isi kitab ini adalah firman dan penyataan Allah yang langsung kepada
Musa bagi Israel, yang kemudian disimpan oleh Musa dalam bentuk tertulis.
Yesus mengacu kepada sebuah bagian dalam kitab Imamat dan menghubungkannya
dengan Musa (Mr 1:44). Rasul Paulus mengacu kepada suatu bagian dalam
kitab ini dengan mengatakan, "Sebab Musa menulis ... " (Rom 10:5).
Para pengeritik yang mengatakan bahwa kitab ini ditulis oleh seorang imam
penyusun yang hidup jauh di kemudian hari melakukannya dengan menolak
integritas kesaksian Alkitab (Lihat "PENDAHULUAN KELUARAN" 08009).
 
Tujuan
Imamat ditulis untuk mengajar bangsa Israel dan para imam perantara mereka
mengenai cara menghampiri Allah melalui darah pendamaian dan untuk
menjelaskan standar kehidupan kudus yang ditetapkan Allah bagi umat
pilihan-Nya.
 
Survai
Imamat terutama meliputi dua tema penting: pendamaian dan kekudusan.
(1) Pasal 1-16 (Im 1:1--16:34) berisi ketetapan Allah untuk penebusan
    dari dosa dan dari pengasingan antara Allah dengan manusia yang
    diakibatkan oleh dosa.  Berbagai variasi dari kata kerja "mendamaikan"
    (Ibr. _kaphar_) dipakai sekitar 48 kali dalam Imamat; kata bendanya,
    "pendamaian," dipakai 3 kali. Arti dasarnya ialah "menutupi atau
    membuat penutup." Korban-korban darah PL (pasal 1-7; Im 1:1--7:38)
    merupakan darah penutup dosa yang bersifat sementara (bd. Ibr 10:4)
    sampai tiba saatnya Yesus Kristus mati sebagai korban sempurna untuk
    menghapus dosa dunia (bd. Yoh 1:29; Rom 3:25; Ibr 10:11-12).
    Imam-imam Lewi (pasal8-10;  Im 8:1--10:20) melambangkan pelayanan
    Kristus sebagai perantara, sedangkan Hari Pendamaian tahunan
    (pasal 16; Im 16:1-34) melambangkan penyaliban.
 
(2) Pasal 17-27 (Im 17:1--27:34) menyajikan serangkaian standar praktis
    yang dengannya Allah memanggil umat-Nya kepada kemurnian dan hidup
    kudus.  Perintah Allah yang diulang-ulang ialah, "Kuduslah kamu, sebab
    Aku TUHAN, Allahmu, kudus" (mis. Im 19:2; Im 20:7,26). Kata-kata Ibrani
    untuk "kudus" dipakai lebih dari 100 kali, dan ketika diterapkan
    kepada manusia menunjukkan hidup yang murni dan taat. Kekudusan
    terungkap dalam pelaksanaan upacara (pasal 17; Im 17:1-16) dan
    ibadah (pasal 23-25; Im 23:1--25:55), tetapi khususnya di dalam
    masalah-masalah kehidupan sehari-hari
    (pasal 18-22; Im 18:1--22:33).  Imamat diakhiri dengan suatu nasihat
    dari Musa (pasal 26; Im 26:1-46) dan pengarahan mengenai beberapa
    nazar khusus (pasal 27; Im 27:1-34).
 
Ciri-ciri Khas
Empat ciri utama menandai Imamat.
 
(1) Penyataan sebagai firman yang langsung dari Allah lebih ditekankan di
    dalam Imamat dibandingkan dengan kitab lain di Alkitab. Tidak kurang
    dari 38 kali dikatakan dengan tegas bahwa Tuhan berbicara kepada Musa.
 
(2) Pengarahan mengenai sistem pengorbanan dan pendamaian melalui pengganti
    diberikan secara terinci dalam kitab ini.
 
(3) Pasal 16 (Im 16:1-34) merupakan pasal Alkitab terpenting yang
    menerangkan Hari Pendamaian.
 
(4) Imamat menekankan tema bahwa bangsa Israel harus memenuhi panggilan
    keimaman mereka dengan cara hidup suci secara rohani rohani dan moral,
    terpisah dari bangsa-bangsa lainnya dan taat kepada Allah.
 
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Karena penekanan gandanya pada pendamaian darah dan kekudusan, kitab ini
tetap ada sangkut-paut dengan orang percaya di bawah perjanjian yang baru.
PB mengajarkan bahwa darah pendamaian dari binatang yang dikorbankan, hal
yang menonjol dalam Imamat, menjadi "bayangan saja dari keselamatan yang
akan datang" (Ibr 10:1) dan menunjuk kepada Kristus sebagai korban
penghapus dosa yang dipersembahkan satu kali untuk selama-lamanya
(Ibr 9:12). Perintah untuk hidup kudus dapat dicapai sepenuhnya melalui
darah Kristus yang mahal di dalam diri seorang percaya perjanjian baru, yang
terpanggil untuk kudus di dalam semua bidang hidupnya (1Pet 1:15). Hukum
terbesar kedua sebagaimana dinyatakan oleh Yesus diambil dari Im 19:18,
"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Mat 22:39).


Peraturan mengenai kehidupan dan penyembahan

MENGAPA IMAMAT?
Sebagian besar isinya menyangkut imam-imam bangsa Lewi, tetapi pengulangan kata-kata, "Berbicaralah kepada orang Israel..." menunjukkan bahwa kitab itu juga diperuntukkan bagi semua orang. Kitab itu harus dianggap sebagai bagian dari Pentateukh, lima kitab pertama dari Alkitab. Keluaran menceritakan bagaimana Allah membebaskan bangsa Israel dari Mesir dan membuat perjanjian dengan mereka. Imamat menerangkan bagaimana kehidupan dan penyembahan bangsa perjanjian itu diatur.

SIAPA PENULISNYA?
Tak ada nama penulis disebut dalam Imamat. Sebagian besar bahan tulisan diberikan oleh Allah kepada Musa di Sinai, tetapi kita tidak dapat mengatakan kapan atau oleh siapa semua bahan tulisan itu pada akhirnya disatukan dan disusun.
MENGENAI APA?
Imamat terutama terdiri dari hukum-hukum dan peraturan-peraturan, tetapi terdapat kerangka cerita dan ilustrasi yang menunjukkan bahwa semua peraturan ini cocok dengan sejarah yang sebenarnya. Secara umum kitab itu terbagi atas dua bagian, pasal-pasal mengenai Hari Penebusan Dosa terdapat di bagian tengah. Bagian pertama adalah mengenai pemulihan hubungan dengan Allah -- peraturan mengenai korban dan penyucian. Bagian akhir adalah tentang hidup sebagai umat Allah.
HUKUM
Sebagian besar hukum dalam Imamat adalah mengenai upacara keagamaan, tetapi terdapat juga hukum mengenai kebersihan dan sikap moral yang serupa dengan Sepuluh Perintah. Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara hukum-hukum yang berbeda-beda itu; semuanya mencerminkan maksud Allah terhadap bangsa Israel dan semuanya harus dipatuhi. Dalam Perjanjian Baru pengorbanan Kristus membawa penyucian yang menyeluruh, oleh karena itu hukum-hukum mengenai korban dan upacara penyucian tidak lagi berlaku. Kendati demikian, semua hukum itu sangat berguna untuk menjelaskan apa arti kematian Kristus bagi kita.
KORBAN
Ada enam korban yang digambarkan dalam Imamat, yang digolongkan ke dalam tiga jenis.
1. KORBAN PERSEMBAHAN. Bertujuan untuk memuliakan Allah dan mempersembahkan diri kepada-Nya.
o korban bakaran: binatang utuh dibakar
o korban sajian: termasuk di dalamnya persembahan bukan binatang
2. KORBAN KESELAMATAN. Tujuannya ialah untuk menjaga hubungan dengan Allah.
o korban perdamaian: sebagian korban dibakar, sisanya dimakan dalam o suatu acara makan bersama
3. KORBAN PENYUCIAN. Tujuannya untuk menghapus dosa dan memperbarui hubungan dengan Allah.
o korban penghapus dosa: untuk dosa-dosa terhadap Allah
o korban penebus salah: di mana ada ganti rugi yang harus dibayar
o korban pentahbisan: bagi para imam
Garis Besar
[1] PERSEMBAHAN Ima 1:1-6:23
Ima 1:1-17         Korban bakaran
Ima 2:1-16         Korban sajian
Ima 3:1-17         Korban perdamaian
Ima 4:1-5:13       Korban penghapus dosa
Ima 5:14-6:7       Korban penebus salah
Ima 6:8-18         Petunjuk-petunjuk bagi para imam
Ima 6:19-23        Korban pentahbisan

[2] APA YANG PERLU DIKETAHUI OLEH PARA IMAM Ima 6:24-7:38
Ima 6:24-30        Korban penghapus dosa -- bagian para imam
Ima 7:1-8          Korban penebus salah -- bagian para imam
Ima 7:9-10         Korban sajian -- bagian para imam
Ima 7:11-21        Korban perdamaian -- peraturan cara memakan
Ima 7:22-27        Larangan memakan lemak dan darah
Ima 7:28-38        Korban perdamaian -- bagian para imam

[3] PENGANGKATAN PARA IMAM Ima 8:1-10-20
Ima 8:1-36         Upacara pentahbisan
Ima 9:1-24         Persembahan korban
Ima 10:1-7         Dosa anak-anak Harun
Ima 10:8-11        Larangan minum bagi para imam yang sedang bertugas
Ima 10:12-20       Korban penghapus dosa

[4] KEBERSIHAN DAN KENAJISAN Ima 11:1-15:33
Ima 11:1-47        Binatang yang halal dan haram
Ima 12:1-8         Pentahiran sesudah melahirkan anak
Ima 13:1-46        Penyakit kulit -- diagnosa dan apa yang harus dilakukan
Ima 13:47-59       Kelapukan pada pakaian
Ima 14:1-32        Upacara pembersihan sesudah sembuh dari penyakit kulit
Ima 14:33-57       Kelapukan pada rumah
Ima 15:1-33        Kenajisan lelehan manusia

[5] HARI RAYA PENGHAPUSAN DOSA Ima 16:1-34
Ima 16:1-11        Penyucian imam besar
Ima 16:12-19       Penyucian Kemah Suci
Ima 16:20-28       Penyucian bangsa Israel
Ima 16:29-34       Upacara diulangi tiap-tiap tahun

[6] HIDUP ADIL DAN SUCI Ima 17:1-22:33
Ima 17:1-9         Semua persembahan diperuntukkan bagi Allah
Ima 17:10-16       Darah adalah kudus
Ima 18:1-30        Hubungan yang dilarang
Ima 19:1-37        Peraturan kehidupan -- kasihilah sesamamu
Ima 20:1-27        Peraturan kehidupan -- jadilah suci
Ima 21:1-22:16     Kesucian para imam
Ima 22:17-33       Persembahan yang diterima

[7] PERATURAN KEHIDUPAN BANGSA Ima 23:1-25:55
Ima 23:1-44        Hari Sabat dan hari-hari raya keagamaan
Ima 24:1-9         Kebaktian umum di Kemah Tuhan
Ima 24:10-23       Dosa dan hukuman -- contoh
Ima 25:1-7,18-24   Tahun ketujuh -- dilarang bercocok tanam
Ima 25:8-17,25-55  Tahun kelima puluh -- tahun Yobel

[8] RINGKASAN DAN KESIMPULAN Ima 26:1-27:34
Ima 26:1-13        Ketaatan akan membawa berkat
Ima 26:14-39       Ketidaktaatan akan membawa hukuman
Ima 26:40-46       Pertobatan akan membawa pengampunan
Ima 27:1-34        Peraturan mengenai nazar dan persembahan

PESAN
1. Allah hadir di tengah-tengah umat-Nya
Ima 1:1-6:7; 18:1-22:16
o Dalam penyembahan: semua persembahan dan upacara berlangsung "di hadapan Allah"
o Dalam kehidupan sehari-hari: Allah selalu hadir dan segala sesuatu harus dilakukan dalam terang kehadiran-Nya
2. Allah itu kudus, karenanya umat-Nya pun harus kudus
Ima 11:44, 45; 19:2; 20:7,8,24-26
Karakter umat harus mencerminkan karakter Allah. Sepanjang menyangkut umat Allah, yang dimaksud dengan kekudusan ialah menjauhkan segala kenajisan, mempersembahkan korban dan mematuhi semua peraturan.
3. Dosa harus diakui
Ima 1:1-7:38; 11:1-15:33
Oleh karena Allah itu kudus, Dia tidak dapat berhubungan dengan segala yang berdosa dan najis. Dengan demikian, apabila manusia ingin mengadakan hubungan dengan Allah ia terlebih dahulu harus bersih dari segala macam kenajisan.
4. Penebusan dosa memerlukan korban
Ima 1:4; 14:29-31; 16:1-34
Dosa adalah hal yang serius; menghapusnya bukanlah hal yang mudah. Jika manusia ingin disucikan dari dosa dan menjadi layak di hadapan Allah, maka ada korban yang harus dipersembahkan. Korban ini "menciptakan penebusan" yang membebaskan si pendosa dari kematian yang layak diterimanya. Namun Imamat menjelaskan bahwa bukan korban yang memberikan pengampunan dan penyucian, melainkan karunia Allah.
5. Allah menaruh perhatian pada seluruh aspek kehidupan
Ima 18:1-22:16
Imamat tidak melulu berbicara mengenai penyembahan. Ada peraturan mengenai makanan dan minuman, sakit penyakit, pakaian, rumah, hasil panen, hubungan kekeluargaan dan kondisi kerja. Setiap aspek kehidupan harus dijalani sedemikian rupa, sehingga mencerminkan sifat-sifat Allah.
Penerapan
1. Rencana Allah bagi suatu bangsa yang kudus
Peraturan-peraturan yang Allah berikan kepada bangsa Israel menunjukkan kepada kita sifat-sifat dan kehendak Allah dan memberikan patokan-patokan yang masih berlaku sampai saat ini.
o Allah harus ditaati (Ima 17:2)
o Hanya Allah yang boleh disembah dan dilayani (Ima 17:3-9; 20:1-5)
o Kehidupan kekeluargaan harus dijaga (Ima 18:6-19:2; 20:10-21)
o Orang miskin harus dibantu (Ima 19:9, 10)
o Keadilan sangat penting dalam semua transaksi dagang (Ima 19:11-23, 33-37)
o Hindari ilmu gaib dan sihir (Ima 19:26-31; 20:6, 27)
o Pemberian Allah harus disyukuri dan dirayakan (Ima 23:1-44)
o Tidak seorang pun boleh menumpuk kekayaan dengan merugikan orang lain (Ima 25:8-55)

2. Arti korban dan penebusan
Imamat menjelaskan mengenai sarana-sarana yang diberikan Allah untuk memerangi dosa dan menolong kita untuk mengerti ajaran Perjanjian Baru tentang korban dan ganti korban. Pasal Ima 16, mengenai Hari Raya Penghapusan dosa, menjelaskan pokok-pokok berikut:
o Allah itu kudus dan tidak kompromi terhadap dosa.
o Dosa memisahkan manusia dari Allah.
o Jika ingin bersekutu dengan Allah, dosa harus disingkirkan.
o Untuk itu darah harus tertumpah. Upah dosa adalah maut.
o Korban harian saja tidaklah cukup.
o Bahkan Hari Penghapusan dosa perlu diulang setiap tahun.
o Para imam, Kemah Suci dan manusia -- semuanya perlu disucikan.
o Korban dapat menghapuskan akibat dosa.
o Persekutuan dengan Allah diperbarui, walaupun hanya sementara
o Hari Penghapusan dosa merupakan karunia Allah, suatu anugerah dan bukan hak mutlak.


Tema-tema Kunci

1. Kekudusan
Kenyataan bahwa Allah itu kudus merupakan hal yang sudah selayaknya demikian dalam Imamat dan menjadi dasar dari semua peraturan (Ima 11:44, 45; 19:2-4; 20:7, 8, 24-26). Bacalah ayat-ayat tersebut. Apa yang dapat kita pelajari dari ayat-ayat tersebut mengenai arti kekudusan?

2. Keadilan
Kekudusan dan keadilan Allah berjalan bersama-sama. Allah berlaku adil terhadap umat-Nya dan mereka pun harus berlaku adil terhadap sesama. Peraturan yang diberikan dalam pasal Ima 19 menunjukkan bagaimana keadilan harus diberlakukan di Israel. Buatlah suatu daftar mengenai bagaimana kita dapat menerapkan prinsip-prinsip ini dalam dunia modern dewasa ini.

3. Perjanjian
Oleh karena bangsa Israel adalah umat yang dengannya Allah telah membuat perjanjian istimewa, maka mereka harus hidup sesuai dengan pola yang telah diatur-Nya. Tidak ada pilihan lain bagi bangsa Israel selain mematuhi semua peraturan itu, dan Imamat merupakan kitab pertama dari Alkitab yang dipelajari oleh anak-anak Israel. Bacalah pasal Ima 26 dan perhatikanlah kedelapan hal yang berhubungan dengan perjanjian itu. Bagaimana pasal ini menunjukkan bahwa persekutuan dengan Allah membawa kewajiban tersendiri?

4. Ucapan Syukur
Israel perlu menyadari, bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh diberikan kepada mereka oleh Allah, termasuk semua hukum dan korban yang memungkinkan mereka memperbarui hubungan dengan-Nya yang telah rusak akibat dosa. Pasal Ima 23 menggambarkan upacara-upacara yang dapat dilakukan oleh bangsa Israel untuk menunjukkan rasa syukur mereka kepada Allah. Kesempatan lain apa saja untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah yang digambarkan dalam Imamat?


Sumber : Full Life, sabda.org

Pengantar Kitab Keluaran


 
Penulis          : Musa
Tema             : Penebusan
Tanggal Penulisan: Sekitar 1445-1405 SM
 
Latar Belakang
Keluaran melanjutkan kisah yang dimulaikan dalam Kejadian. Judul kitab ini
diambil dari kata Yunani _exodos_ (judul yang dipakai di Septuaginta, yaitu
PL dalam bahasa Yunani) yang artinya "keluaran" atau "keberangkatan." Kata
ini menunjuk kepada pembebasan bangsa Israel secara luar biasa dari
perhambaan di Mesir oleh Allah dan keberangkatan mereka dari negeri itu
sebagai umat Allah.
 
Dua persoalan mengenai latar belakang kitab Keluaran telah menimbulkan
pertentangan besar: tanggal bangsa Israel keluar dari Mesir dan penulis
kitab ini.
 
(1) Para ahli telah mengusulkan dua tanggal keluarnya bangsa Israel itu.
 
    (a) "Tanggal yang dini" (juga disebut tanggal alkitabiah) diambil dari
        1Raj 6:1 yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi 480
        tahun sebelum "tahun keempat, sesudah Salomo menjadi raja atas
        Israel"; berarti peristiwa ini terjadi sekitar 1445 SM. Juga dalam
        Hak 11:26, Yefta (+ 1100 SM) menyatakan bahwa bangsa Israel
        telah menduduki tanah mereka selama 300 tahun, yang akan
        menempatkan saat penaklukan kurang lebih tahun 1400 SM.  Kronologi
        peristiwa keluaran, penaklukan tanah Kanaan, dan periode para
        hakim ini cocok dengan sejarah Israel yang tercatat selama
        pemerintahan tiga raja yang pertama (Saul, Daud, dan Salomo).
 
    (b) "Tanggal yang belakangan" terjadinya keluaran (+ 1290 SM),
        diusulkan oleh para peneliti Alkitab yang liberal, berlandaskan
        anggapan-anggapan tertentu mengenai raja-raja Mesir dan
        penanggalan arkeologis tentang hancurnya kota-kota di Kanaan
        sepanjang masa penaklukan pada abad ke-13.
 
(2) Juga terdapat perselisihan pendapat antara para sarjana Alkitab
    konservatif dan liberal mengenai kepenulisan Musa.
 
    (a) Para penafsir modern sering kali memandang kitab ini sebagai hasil
        karya beberapa orang, yang diselesaikan pada waktu yang lama
        sekali setelah zaman Musa (disebut teori JDEP).
 
    (b) Akan tetapi, tradisi Yahudi sejak zaman Yosua (Yos 8:31-35),
        ditambah kesaksian Yesus (bd. Mr 12:26), kekristenan yang
        mula-mula, dan hasil penelitian konservatif masa kini, semuanya
        menghubungkan asal mula kitab ini dengan Musa
        (Lihat "PENDAHULUAN ULANGAN"   08021).
        Lagi pula, bukti-bukti dalam kitab itu sendiri mendukung kepenulisan
        Musa. Banyak hal-ihwal dalam kitab Keluaran menunjukkan bahwa
        penulisnya merupakan seorang saksi mata peristiwa-peristiwa yang
        tercatat (mis. Kel 2:12; Kel 9:31-32; Kel 15:27); juga, bagian-bagian
        tertentu dalam kitab ini sendiri membuktikan bahwa Musa terlibat
        langsung dalam penulisannya (mis. Kel 17:14; Kel 24:4; Kel 34:27).
 
Tujuan
Keluaran ditulis untuk memberikan laporan tentang tindakan-tindakan Allah
yang bersejarah dan bersifat menebus sehingga Israel dibebaskan dari Mesir,
ditetapkan sebagai bangsa pilihan-Nya, dan diberi penyataan tertulis
mengenai perjanjian-Nya dengan mereka. Kitab ini juga ditulis sebagai mata
rantai yang teramat penting dalam keseluruhan penyataan diri Allah yang
bertahap-tahap yang mencapai puncaknya di dalam diri Yesus Kristus dan
dalam PB.
 
Survai
Kitab Keluaran dimulai dengan penderitaan keturunan Yakub akibat penindasan,
perbudakan, dan pembunuhan bayi di Mesir; kitab ini diakhiri dengan
kehadiran, kuasa, dan kemuliaan Allah dinyatakan (yaitu, berdiam) di
tengah-tengah umat-Nya yang dibebaskan di tengah padang gurun. Kitab
Keluaran terbagi atas tiga bagian.
 
(1) Pasal 1-14 (Kel 1:1--14:31) mengisahkan _Israel di Mesir_ menderita
    penindasan di bawah raja yang tidak mengenal Yusuf dan Allah yang
    menebus Israel "dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman
    yang berat" (Kel 6:5). Termasuk peristiwa-peristiwa bersejarah dalam
    bagian ini ialah:
 
    (a) kelahiran Musa, perlindungan dan persiapannya
        (pasal 2; Kel 2:1-25);
 
    (b) panggilan Musa di semak yang menyala (pasal 3-4; Kel 3:1--4:31);
 
    (c) kesepuluh tulah (pasal 7-12; Kel 7:1--12:51);
 
    (d) Paskah (pasal 12; Kel 12:1-51); dan
 
    (e) penyeberangan Laut Merah (pasal 13-14; Kel 13:1--14:31).
        Keluaran Israel dari Mesir di sepanjang PL dipandang sebagai
        pengalaman penebusan terbesar di dalam perjanjian yang lama.
 
(2) Pasal 16-18 (Kel 16:1--18:27) menggambarkan _Israel di padang gurun_
    menuju ke Gunung Sinai. Allah menuntun umat-Nya yang tertebus dengan
    tiang awan dan tiang api dan menyediakan manna, burung puyuh serta
    air, sambil melatih mereka untuk berjalan dengan iman dan ketaatan.
 
(3) Pasal 19-40 (Kel 19:1--40:38) mencatat _Israel di Gunung Sinai_
    menerima penyataan yang meliputi
 
    (a) perjanjian (pasal 19; Kel 19:1-25),
 
    (b) Sepuluh Hukum (pasal 20; Kel 20:1-17), dan
 
    (c) kemah suci dan keimaman (pasal 25-31; Kel 25:1--31:18). Kitab
        ini berakhir dengan penyelesaian kemah suci dan kemuliaan Allah
        yang memenuhinya (pasal 40; Kel 40:1-38).
 
Ciri-ciri Khas
Lima ciri utama menandai Keluaran.
 
(1) Kitab ini mencatat keadaan sejarah dari kelahiran Israel sebagai bangsa.
 
(2) Dalam Kesepuluh Hukum (pasal 20; Kel 20:1-17), kitab ini memuat
    ringkasan hukum moral dan tuntutan kebenaran Allah bagi umat-Nya, dan
    dengan demikian memberikan landasan bagi etika dan prinsip-prinsip
    moral alkitabiah dalam penyataan selanjutnya.
 
(3) Merupakan kitab PL terpenting dalam menggambarkan sifat kasih karunia
    dan kuasa penebusan Allah dalam tindakan. Dari segi PL, Keluaran
    melukiskan sifat adikodrati pembebasan umat Allah dari bahaya dan
    perbudakan dosa, Iblis, dan dunia.
 
(4) Seluruh kitab ini penuh dengan penyataan yang agung mengenai Allah yang
 
    (a) mulia dalam sifat-sifat-Nya (benar, murah hati, setia, kudus, dan
        mahakuasa);
 
    (b) Tuhan atas sejarah dan raja-raja perkasa;
 
    (c) Penebus yang mengikat perjanjian dengan orang yang tertebus;
 
    (d) adil dan benar sebagaimana terungkap dalam hukum moral dan
        pertimbangan-Nya; dan
 
    (e) layak disembah dengan tulus sebagai Allah yang mahatinggi yang
        turun untuk "berdiam" dengan umat-Nya.
 
(5) Kitab Keluaran menekankan bagaimana, apa, dan mengapa ibadah sejati
    harus menyusul sebagai akibat dari penebusan umat Allah.
 
Penggenapan Dalam Perjanjian Baru
Sepanjang Keluaran terdapat bayangan mengenai penebusan yang ditawarkan
dalam perjanjian yang baru. Paskah pertama, penyeberangan Laut Merah, dan
pemberian Hukum Taurat di Gunung Sinai adalah penting bagi PL sebagaimana
kematian, kebangkitan Yesus, dan pemberian Roh Kudus pada hari Pentakosta
adalah penting bagi PB. Lambang-lambang dalam Keluaran yang menggambarkan
Kristus dan penebusan dalam PB adalah
 
(1) Musa,
 
(2) Paskah,
 
(3) penyeberangan Laut Merah,
 
(4) manna,
 
(5) batu karang dan air,
 
(6) Kemah Suci, dan
 
(7) imam besar.
 
Tuntutan-tuntutan moral yang mutlak dari Sepuluh Hukum diulangi dalam PB
sebagai tuntutan bagi orang percaya perjanjian baru.

INTISARI KITAB KELUARAN

MENGAPA KELUARAN?
"Keluaran" adalah judul kitab Musa yang kedua dalam Perjanjian Lama. Sebenarnya penggambaran mengenai keluarnya bangsa Israel dari Mesir hanya sebagian dari isi kitab itu.

MENGENAI APA?
Kitab Keluaran terdiri dari tiga bagian penting.
1. Riwayat Musa: bagaimana ia diselamatkan waktu masih bayi; bagaimana ia dibesarkan di istana Firaun; bagaimana ia dipanggil oleh Allah dari semak belukar yang menyala; bagaimana ia menantang Firaun untuk membebaskan bangsanya dari perbudakan; dan bagaimana akhirnya ia memimpin bangsanya dengan penuh kemenangan menyeberangi Laut Merah menuju ke padang belantara Gunung Sinai.
2. Bagian kedua dari Kitab Keluaran berisi komunikasi Allah dengan Musa di Gunung Sinai, pemberian Sepuluh Perintah Allah dan perintah-perintah lainnya.
3. Bagian terakhir terutama menceritakan tiga hal, yaitu: pembuatan Tabut Perjanjian tempat menyimpan loh batu yang berisi Sepuluh Perintah Allah; pembuatan Kemah Suci untuk tempat menyimpan kotak Tabut Perjanjian; dan aturan-aturan terinci tentang peribadatan.

APA ARTI KITAB KELUARAN BAGI KITA DEWASA INI?
Catatan utama dalam Kitab itu ialah tentang penebusan, yaitu pembebasan dari perbudakan. Kitab Keluaran memberikan banyak ilustrasi yang membantu kita untuk mengerti penebusan kita sendiri melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Domba Paskah (Kel 12:1-11) jelaslah melambangkan Anak Domba Allah yang menanggung dosa dunia (Yoh 1:29). Kristus disebut sebagai Anak Domba Paskah oleh Paulus (1Ko 5:7), sementara itu Petrus menamakan-Nya sebagai Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat (1Pe 1:19). Pada bagian terakhir Kitab Keluaran kita diingatkan bahwa sebagai umat yang sudah ditebus, kita dipanggil untuk menjadi umat penyembah Allah. Allah mengajar umat-Nya dengan memakai alat-alat bantu visual. Kemah Suci melambangkan kehadiran Allah di antara umat-Nya. Perlu kita ingat bahwa Kristus dikatakan berdiam (berkemah) di antara kita (Yoh 1:14). Jadi, Kitab Keluaran merupakan contoh bagaimana Perjanjian Lama menerangi Perjanjian Baru. Bilamana kita mempelajari Kitab Keluaran kita melihat cara Allah melepaskan umat-Nya dari perbudakan serta rencana-rencana selanjutnya bagi mereka, dan kisah ini berlaku bagi setiap orang yang menyadari kebutuhannya untuk ditebus.

Garis Besar
[1] BANGSA ISRAEL DI MESIR Kel 1:1-22
Kel 1:1-7          Lahirnya suatu bangsa
Kel 1:8-22         Perbudakan suatu bangsa

[2] MUSA SI PEMBEBAS Kel 2:1-4:3
Kel 2:1-10         Kelahiran dan masa muda Musa
Kel 2:11-25        Kekecewaan Musa
Kel 3:1-10         Panggilan terhadap Musa
Kel 3:11-15        Keraguan Musa dan penampakan diri Allah
Kel 3:16-22        Pengutusan
Kel 4:1-17         Keberatan-keberatan Musa
Kel 4:18-31        Musa menerima panggilan-Nya

[3] PEMBEBASAN DARI PERBUDAKAN Kel 5:1-18:27
Kel 5:1-23         Musa berselisih dengan Firaun
Kel 6:1-8          Musa diyakinkan kembali oleh Allah
Kel 6:9-13         Panggilan Allah kepada Musa diperbarui
Kel 6:14-27        Data nenek moyang Musa
Kel 6:28-7:7       Perjanjian dengan Musa
Kel 7:8-11:10      Perselisihan dengan Firaun
Kel 12:1-13:22     Perayaan Paskah dan Pembebasan dari Mesir
Kel 14:1-15:21     Menyeberangi Laut Merah
Kel 15:22-18:27    Pengalaman di padang belantara

[4] PERATURAN DAN PERJANJIAN Kel 19:1-31:18
Kel 19:1-25        Bangsa Israel di Sinai
Kel 20:1-26        Perjanjian Musa
Kel 21:1-23:33     Kitab Perjanjian
Kel 24:1-18        Pengesahan perjanjian
Kel 25:1-31:18     Cara-cara penyembahan

[5] KEGAGALAN DAN PEMBARUAN Kel 32:1-40:38
Kel 32:1-34:35     Kegagalan bangsa Israel
Kel 35:1-40:38     Pekerjaan dan Penyembahan

Pesan
1. Pembebasan dari perbudakan.
Keluaran membawa kita kepada asal mula keberadaan Israel sebagai suatu bangsa. Kel 1:1-12:36. Catatan penting dari Keluaran ialah mengenai pembebasan atau penyelamatan. Dalam pasal-pasal pertama kita diceritakan bagaimana bangsa itu dipersiapkan untuk dibebaskan dan bagaimana Allah bangkit dalam diri Musa, seorang pembebas. Kemudian orang Israel dipimpin keluar dari Mesir dan setelah itu dibentuk menjadi suatu bangsa di Sinai. Kel 12:37-19:25. Sisa kitab itu menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan kelanjutan Israel sebagai bangsa yang mempunyai hubungan perjanjian dengan Allah. Kel 20:1-40:38.
2. Penebusan dosa.
Kitab Keluaran dapat dibagi menjadi tiga bagian:
o Kebutuhan bangsa itu akan kebebasan terlihat dari penderitaan mereka di bawah tekanan bangsa Mesir. Hal ini dapat juga dilihat sebagai gambaran dari perbudakan manusia oleh dosa dan karenanya mereka sungguh-sungguh perlu dibebaskan.
o Tempat pembebasan digambarkan. Tidak pernah diragukan bahwa pada akhirnya mereka akan berhasil, tetapi sementara itu terdapat banyak kekecewaan. Puncak peristiwa ialah pengorbanan Domba Paskah. Darah di ambang pintu rumah-rumah bangsa Israel merupakan jaminan keselamatan mereka. Bagi orang Kristen, Kristus adalah Domba Paskah yang darah-Nya menjamin pengampunan dosa dan kehidupan yang baru.
o Setelah penyelamatan tibalah penyucian. Allah akan memasuki suatu perjanjian dengan umat-Nya yang harus menjadi saksi-saksi-Nya yang istimewa di dalam dunia ini. Sebagai bangsa yang sudah ditebus oleh Allah, mereka terpanggil untuk taat kepada-Nya. Sepuluh Perintah merupakan peraturan Allah mengenai moralitas. Mereka juga perlu berhubungan terus dengan Allah melalui penyembahan secara teratur. Oleh karenanya, mereka diberi petunjuk-petunjuk mengenai apa yang harus mereka lakukan. Kemah suci merupakan tempat mereka bertemu dengan Allah dan yakin akan kehadiran-Nya di situ.

Penerapan
Dalam Kitab Keluaran kita banyak belajar tentang sifat-sifat Allah.
1. Allah berdaulat
Dia mengendalikan sejarah dan melakukan segala sesuatu bagi kemuliaan-Nya.
2. Allah memperhatikan umat-Nya
Dia menguasai segala peristiwa dengan tujuan utama kesejahteraan bagi umat-Nya.
3. Allah mencukupi kebutuhan umat-Nya
Manna dan burung puyuh merupakan bukti nyata bahwa Tuhan sungguh-sungguh mencukupi kebutuhan anak-anak-Nya.
4. Allah itu kudus
Dalam keseluruhan Kitab Keluaran kekudusan Allah dijelaskan kepada Musa dan kepada bangsa Israel pada umumnya. Kita seharusnya membungkuk dengan hormat di hadapan-Nya.
5. Allah mengharapkan ketaatan dari umat-Nya
Sepuluh Perintah mencerminkan harapan Allah yang mendasar terhadap umat-Nya, laki-laki dan perempuan, dan Dia menginginkan ketaatan dalam pikiran, perkataan serta perbuatan.
6. Allah memimpin umat-Nya
Allah memimpin umat-Nya di padang gurun dengan awan dan api -- pada masa kini Dia memimpin melalui Roh-Nya yang tinggal di dalam hati umat-Nya.
7. Allah mengharapkan penyembahan dari manusia
Pada zaman Musa diberikan petunjuk-petunjuk terperinci mengenai bagaimana harus menyembah Allah. Semua ini dimaksudkan untuk mengingatkan umat penyembah Allah mengenai kekudusan dan kemuliaan-Nya. Penyembahan tidak kurang pentingnya pada masa kini; kendatipun kita tidak lagi diminta untuk mengikuti cara penyembahan yang sudah diatur secara terperinci dalam Perjanjian Lama, kita harus ingat bahwa kita menyembah Allah kudus yang sama.


Tema-tema Kunci

1. Kemerdekaan
Keluaran dimulai dengan gambaran mengenai bagaimana bangsa Israel menggeliat di bawah kuk perbudakan. Bacalah Keluaran 1:11-14. Kebebasan mereka tidak diperoleh dengan mudah, tetapi kebebasan itu sempurna. Domba Paskah akan selalu dipandang oleh orang Kristen sebagai suatu gambaran dari Anak Domba Allah dan sebagai peringatan bagi kita, bahwa kita pun selalu telah dibebaskan dari bahaya dan perbudakan dosa. Carilah dalam Perjanjian Baru sebutan Yesus sebagai Anak Domba Allah: Yoh 1:29,36; Kis 8:32-35; 1Ko 5:7; 1Pe 1:18, 19, dan telusurilah penggunaan istilah itu dalam Kitab Wahyu. Penghargaan apa yang Anda berikan atas pembebasan Anda dari perbudakan dosa?

2. Peraturan
Para budak yang baru dibebaskan diingatkan bahwa Allah mengharapkan ketaatan dari umat-Nya. Sepuluh Perintah itu sangat luar biasa, karena semua perintah itu membentuk suatu aturan moralitas yang cocok bagi semua orang di segala zaman. Perintah-perintah itu tidak pernah lapuk. Mereka yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamat harus ingat, bahwa mereka juga harus menyembah-Nya sebagai Tuhan. Dia berkata, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku" (Yoh 14:15). Pada akhirnya ketaatan akan mempengaruhi sikap dan motivasi serta perbuatan. Periksalah kata-kata Yesus dalam Matius 5:21-48.

3. Penyembahan
Setelah bangsa Israel dibebaskan, mereka segera diberi petunjuk mengenai bagaimana mereka harus menyembah Allah. Kemah Suci merupakan peringatan nyata dari kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya dan bangsa Israel menemukan sifat-sifat kesucian Allah, dan bahwa orang berdosa tidak dapat menghampiri Allah dengan seenaknya. Mezbah kuningan merupakan tempat untuk mengadakan korban bakaran dan ini merupakan satu-satunya jalan untuk menghampiri hadirat Allah. Pakaian imam dirancang dengan teliti, karena ia adalah orang yang mewakili umat di hadapan Allah. Setiap rinci berfungsi untuk menekankan kekudusan Allah. Kita yang telah menjadi imamat rajani dengan menjadi anak-anak Allah diingatkan, bahwa Allah tetap kudus dan hal ini harus tercermin dalam penyembahan kita. Periksalah di dalam Keluaran pemakaian kata-kata "kudus" dan "kekudusan", perhatikan bagaimana kata-kata itu menyangkut baik Allah maupun umat-Nya. Fakta mengenai kekudusan Allah seharusnya membawa pengaruh apa dalam sikap, penyembahan dan cara hidup kita?


 Sumber : Full life, sabdaweb.org